Ramalan zodiak selalu menarik minat banyak orang, bahkan beberapa mulai ramalan berikut cocok dengan cii-ciri diri mereka.

Namun, fenomena Barnum Effect atau Forer Effect mengungkapkan bahwa ramalan zodiak sesungguhnya berupa ambigu dan umum, tapi disampaikan dengan cara yang membuat orang mulai gambaran berikut sangat personal dan akurat.

Validasi subjektif terhitung jadi faktor yang merubah manusia dalam mengaitkan persepsi kepribadian diri dengan mengisi ramalan zodiak.

Otak manusia cenderung mengaitkan gates of olympus hal-hal lazim jadi suatu hal yang personal, dan menyingkirkan Info yang tidak cocok dengan ekspektasi mereka.

Oleh gara-gara itu, Barnum Effect lebih maksimal saat digunakan terhadap kata-kata artinya positif.

70% Info dalam horoskop berkonotasi positif, agar zodiak tawarkan ‘pelarian’ berasal dari kekhawatiran sehari-hari seperti dongeng dewasa yang menenangkan.

Namun, perlu untuk diingat bahwa ramalan zodiak sesungguhnya tidak punyai dasar ilmiah yang kuat dan hanya mengandalkan teori-teori yang ambigu.

Dengan demikian, perlu bagi kita untuk tidak terlilit dalam tipuan Barnum Effect dan lebih gawat dalam mengevaluasi ramalan zodiak atau prediksi lainnya.

Kita mesti mengingat bahwa kepribadian seseorang tidak mampu diprediksi secara pas lewat zodiak atau metode serupa, gara-gara tiap-tiap individu unik dan kompleks dalam cara mereka berpikir dan bertindak.

Sebagai manusia, kita tentu punyai permohonan untuk paham masa depan dan paham diri sendiri dengan lebih baik.